Halaman

Untuk Mu Indonesia ku

0 komentar

Oleh : Nurdin

Aku memang belum pernah mengelilingi seluruh keindahan yang ada di bumi pertiwi ini, tapi setidaknya aku sedikit mengenal alam yang berada disekitar ku. dan memang aku begitu terpesona oleh buaiyan awan cikuray, padang edelwis papandayan, padang rumput ungu guntur, kawah galunggung, belaiyan angin dingin gede, pesona puncak sumbing, dan juga pantai-pantai Garut. Dan semuanya membekas dalam ingatan.

Entah berapa ribu keindahan lagi yang tersaji dibumi alam pertiwi ini, yang jelas aku sangat bangga terlahir di bumi pertiwi ini, walau sebagian penduduknya lebih mengagumi Paris, Berlin, Haway dan tempat-tempat indah lainnya.

Bagi ku sendiri mencintai alam Indonesia sama hal nya dengan aku mencintai diri ku sendiri, karena aku dan alam barbanding lurus menuju Tuhan. Walau itu sedikit agak berlebihan, tapi aku rasa tidak disalahkan jika aku mencintai alam Indonesia sama halnya aku mencintai Tuhan, karena alam ini diciptakan oleh Tuhan, dan menjadi kesalahan bila aku merusaknya.

“Alam Mu surga ku” itulah yang sering muncul dibenak ini, bukan tanpa alasan, tapi dengan seribu alasan yang muncul saat mata memandang hamparan alam di puncak sumbing, cikuray, gede, guntur, galunggung dan papandayan, walau hanya sebagian kecil dari alam bumi pertiwi ini dan tidak sedramatis pendakian puncak mahameru lewat film “5 cm” nya, tapi tetap menyimpan seribu alasan untuk ku katakan bahwa alam Mu surga ku.

Bagi ku sendiri perjuangan adalah modal utama untuk bisa dikenang, walau keindahannya tidak berbanding lurus dengan keringat yang dikeluarkan. Tatap langit luas dan berikan sedikit waktu untuk mu menikmati alam bumi pertiwi ini, lalu biarkan diri mu cinta kepada Tuhan, alam dan seluruh kehidupan. Maka tidak ada alasan bagi mu untuk tidak mencintai alam pertiwi ini, apalagi merusaknya.

Aku cinta kepada Indonesia karena aku cinta kepada keberanian hidup, aku cinta kepada pedakian karena aku cinta kepada perjuangan hidup. Dan lihatlah alam bumi pertiwi ini, maka kau akan melihat Tuhan dalam rupa yang sederhana, yang tidak bisa diterjemaahkan dalam basaha apapun.

Love Indonesia ku

MISS WORLD : Ajang eksploitasi kaum wanita

0 komentar

Kebiusan Malam Penuh Harapan

0 komentar

Tekad Tiga Pendaki Menuju Puncak Gunung Sumbing

0 komentar

Maraknya dakwah tak selalu berbanding lurus dengan kualitasnya?

0 komentar

Lagi, agama bukan hidup tapi makna.

0 komentar