Halaman

MISS WORLD : Ajang eksploitasi kaum wanita

0 komentar

Oleh : Hilman Indrawan (PK. Hima Persis Kab. Bandung)
Wanita dalam islam mendapatkan posisi yang strategis. Banyak dalil yang menjelaskan bahwa islam sangat memuliakan kaum wanita. Bahkan Allah mengabadikan namanya sebagai salah satu surat, yakni surat An-Nisa. kehormatan wanita Allah lindungi melalui hukum islam yang berlaku. seperti dalam surat An-nur:31 yang memerintahkan agar wanita tidak menampakan perhiasannya(aurat).

Perlindungan islam terhadap kaum wanita juga tertera dalam QS Al-Ahzab:59, “........hendaklah mereka menutupkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka. yang demikian itu agar mereka lebih mudah untuk dikenali, sehingga mereka tidak diganggu”  . dalam ibnu katsir, maksud dari “agar lebih mudah dikenali” yakni, apabila melaksanakannya (pakai jilbab) maka akan mudah dikenali bahwa mereka itu adalah perempuan merdeka (terhormat), bukan budak perempuan, juga bukan pelacur.

Mengenai ayat tersebut As-Sudi mengatakan  bahwa dahulu kebiasaan orang-orang fasik kota Madinah suka keluar di waktu malam sudah mulai gelap, menuju ke jalan-jalan kota madinah, dengan maksud melihat lihat perempuan. Karena bila malam tiba kebiasaan perempuan-perempuan itu keluar untuk melakukan keperluannya (buang air). Para lelaki fasik itu mempunyai keinginan kepada para perempuan. Apabila mereka melihat perempuan berjilbab maka mereka berkata, “ini perempuan terhormat, tahanlah diri kalian.” Tetapi apabila mereka melihat perempuan tidak berjilbab, maka mereka berkata, “ini budak perempuan.” Segeralah mereka menghampirinya.

Dalam islam, kehormatan seorang wanita dinilai dari ketakwaannya sebagai seorang muslimah. Bukan kecantikan ataupun yang lainnya. Di era liberal seperti saat ini, hukum islam telah dikesampingkan. Perlindungan islam terhadap kehormatan wanita justru dianggap sebagai bentuk diskriminasi. Hal tersebut tentu tidak beralasan dan cenderung dibuat-buat.

Tuduhan diskriminasi yang ditujukan pada islam bersifat skeptis. Karena faktanya liberalisme lah yang melecehkan kehormatan kaum wanita dengan mengobralnya dimana-mana. Sehingga banyak wanita yang dengan mudah dipecundangi pria.

Miss World salah satu jebakannya. Kontes kecantikan yang konon mengutamakan IQ tersebut menjadi salah satu ikon liberalisasi. Disana terdapat misi ideologi yang tidak dapat diterima oleh umat muslim. Pembiasan nilai-nilai susila dan pengingkaran terhadap ajaran agama menjadi salah satu tergetnya.

Miss World hanyalah bentuk eksploitasi kaum wanita. Betapa tidak, kontes ini menjadikan kecantikan sebagai kriteria utamanya. Lebih dari itu, wanita dipaksa untuk memamerkan auratnya di muka umum. Dan mereka “dipaksa” bangga melakukannya. Karena bagi mereka, dengan begitu, derajatnya akan meningkat. Mereka benar-benar tidak menyadari hal itu. Atau bahkan mereka lupa bahwa mereka adalah seorang manusia.

Tahun 2011, sebuah situs perempuan memberitakan adanya sebuah kontes pemilihan vagina terindah di AS. Kontes itu diberi nama “The Most Beautiful Miss V Contest”, yang diselenggarakan oleh sebuah klub di Portland, Oregon. Kononnya, juri dalam kontes itu terdiri atas enam orang selebriti setempat.  Untuk menentukan pemenangnya, si juri dibekali dengan alat kaca pembesar. Akhirnya, setelah melakukan penelitian dengan cermat, terpilihlah seorang juara yang dianugerahi mahkota dan gelar sebagai “Miss Beautiful Vagina 2011”.
Pada 15 November 2012, sebuah situs hiburan di Indonesia menampilkan judul berita: “Kriteria Miss Indonesia 2013 Ikuti Standar Miss World”.  Salah satu anggota tim juri audisi Miss Indonesia 2013 menyatakan: “Karena ini ajang kecantikan, bagaimanapun yang paling penting adalah fisik perlu diperhatikan, seperti wajah, tinggi badan dan proposional berat tubuh.” objeknya sudah jelas, yakni fisik dan ‘keindahan’ wanita.

Melalui kontes ini juga, aspek keuntungan financial menjadi pertimbangan. Banyak pihak yang mengambil keuntungan. Bahkan pemerintah pun menyatakan bahwa adanya kontes tersebut dapat meningkatkan devisa negara. Ketika kehormatan wanita telah dijadikan sebagai sumber keuntungan. Bukankah ini merupakan eksploitasi terhadap wanita? Lalu sebenarnya apa yang didapat kaum wanita dari semua ini? hanya sebuah pelecehan !